Paksa atau Pasrah

Kemarin ngobrol dengan seorang teman di waktu malam, muncul sebuah pertanyaan yang menggelitik otak kiri dan otak kananku untuk bekerja. Temanku tanya: “Kamu koq kebiasaan maksa?”, aku jawab singkat: ”Ngeyel, paksa aja”.

Sesampai dirumah pertanyaan dan jawaban itu masih mememenuhi benak dan pikiranku. Bukan kebiasaanku memaksa, aku masih kepikiran, kenapa harus memaksakan sesuatu agar berjalan lancar ya?

Suatu sifat manusia yang selama ini aku amati, manusia tidak akan berjalan sendiri kalau tidak dipaksa. Dorongan-dorongan positif atau negatif untuk memaksa seseorang agar melakukan suatu hal sudah lumrah. Jarang sekali adanya kesadaran untuk melakukan lebih dahulu sebelum disuruh atau dipaksa.

Kalau semua hal penting harus menunggu perintah yang lebih cenderung memaksa maka kapan kita bisa berkembang. Inisiatif dan kreatifitas cenderung mandul. Haruskah kita menunggu orang lain memerintah bahkan memaksa kita untuk melakukan sesuatu?

Itulah mengapa aku lebih suka memaksakan sesuatu agar berjalan. Paksaan lebih efektif daripada pasrah pada kesadaran orang lain yang kadang not responding atau malah tidak muncul sama sekali.

Paksa atau pasrah menjadi pilihan yang lebih cenderung mengarah pada keadaan objek bukan lagi pilihan subjek yang melakukan.

Popularity: 8% [?]

Related Posts

  1. Perkara Ambén
  2. lagi-lagi asal
  3. telah Update Firefox 3.6
  4. Tips Install ESS 4
  5. TrueCrypt 5.0a User Guide – Gue!!! Version

12 Comments

  1. Posted March 20, 2009 at 8:05 pm | Permalink

    Bro, ada baik nya kalo memperhitungkan dulu, jangan memaksakan.

  2. Posted April 11, 2009 at 9:41 am | Permalink

    walah not responding barang to san?
    XD XD XD,.. coba di end process wae to.. hags hags hags

  3. Posted April 16, 2009 at 6:59 pm | Permalink

    wah sapa tuh yang dipaksa??
    ehemm…ehemm..

    *tuing..tuing..*

    Mursid’s last blog post..Catatan ke-Sok Sibukan-ku

    • Posted April 17, 2009 at 12:44 am | Permalink

      dudu koe sing genah…
      piye websitemu sido pindah ra???

      • Posted April 19, 2009 at 2:29 pm | Permalink

        sido pindah dunk.. sik lagi ngurus administrasi dan maintenance blog

  4. Posted April 17, 2009 at 7:25 am | Permalink

    Sifat manusia memang berbeda-beda ada type orang yang harus dipaksa untuk mengerjakan sesuatu tapi juga ada yang mempunyai inisiatif sendiri untuk maju

    achmad sholeh’s last blog post..Buruk Hasil Suara KPU Di Gugat

  5. Posted April 19, 2009 at 3:21 pm | Permalink

    Wadoh, kalo saya kayaknya ga mau dipaksa..Tapi,mau dipaksa kalo udah kepepet..

  6. Posted April 24, 2009 at 3:05 am | Permalink

    hmm.. pemaksaan.

    kalo saya rasa sii diIndonesia segala sesuatu tuu emang mesti dipaksakan bahkan diancam dulu baru bisa jalannya bener…

    back to basic’nya yang ‘mungkin’ emang udah mental jajahan.. yg mesti ‘dipaksa-paksa n disuruh-suruh’ dulu..

    :piss:

  7. Posted April 27, 2009 at 1:34 pm | Permalink

    ojo kakeyan mekso san. berkomunikasi secara baik2 sajah. he2.

    haris’s last blog post..Panggil Dia Megawati Saja

    • Posted April 28, 2009 at 12:17 am | Permalink

      waks… tetep aja sesuai kondisi dan situasi

  8. Posted May 5, 2009 at 12:03 pm | Permalink

    “…menggelitik otak kiri dan otak kananku untuk bekerja”

    emangnya ente punya otak san.

    haukakakakaak

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

Anda bisa pakai emoticon dibawah ini:
(y) :D (doh) (cry) (duh) (goodluck) (sleeping) (yahoo) (applause) (lmao) more »

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Subscribe without commenting